Selasa, 06 Mei 2014

Pasukan Nying-Nying #2

Pasukan Nying-Nying #2

Oke lanjut ke cerita tentang kita (pasukan nying-nying) di gn.Lawu yang sempat to be continue...,
Ceritanya setelah isi stamina di basecamp cemoro sewu gn.Lawu kita bergegas dan packing ulang supaya tidak ada barang yang tertinggali basecamp. Perjalanan ke pos satu dimulai dengan riang gembira dan semangat yang berapi-api dari tim (maklum karena baru pertama kalinya nanjak hehe).
Sesampainya di pos 1 tim beristirahat kuarng lebih 5 menit untuk minum dan nyemil seadanya buat menambah energi. Disana tim bertemu dengan ibu-ibu tapi bisa juga dibilang nenek-nenek karna raut wajahnya yang sudahkeriput, herannya mereka baru turun dan membawa sejaring kayu bakar yang mereka kaitkan di atas kepala. Kuatnya minta ampun, kita aja yang masih muda baru nanjak sudah susah napas. Kita menyebut mereka “Srikandi dari Lawu”.
Masih Semangat
Setelah 5 menit yang cukup tim melanjutkan perjalanan kembali menuju pos 2.  Diperjalanan menuju pos 2  ini sangat jauh dan bisa dibilang cukup ekstrim, karena ditengah perjalanan cuaca tiba-tiba mulai tidak bersahabat kabut mulai muncul dan tidak lama badai menerpa, tim mulai bergegas cepat. Karena hujan yang cukup deras serta angin yang bertiup sangat kencang  sudah membuat kita kedinginan, dan untungnya perlengkapan yang kita bawa semua lengkap dan tim memutuskan untuk memakai ponco saat itu kalau tidak kita akan basah kuyup dan besar kemungkinan akan mengakibatkan hypotermia (menghilangnya panas suhu pada tubuh). Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan dengan badan menggigil akhirnya yang dinanti-nanti sudah terlihat yaitu pos 2. Disana tim bertemu dengan pendaki lain yang sedang dalam perjalanan kembali ke basecamp dan berbincang sedikit tetang perjalanan mereka keatas seperti apa sampai akhirnya mereka harus berteduh karena cuaca yang ekstrim. Setelah itu tim membagi tugas untuk siapa yang membangun tenda dan siapa yang memasak, semua dilakukan dengan tangan yang gemetar hebat brrrrrrrrr. Sesudah tenda siap dan makanan sudah tersaji kita pun makan dengan perasaan seperti baru pertama kali melihat makanan enak, padahal hanya mie instant. Sudah habis, tim tidur agar besok pagi sgar dan siap melanjutkan perjalanan. To be continue.............

Senin, 05 Mei 2014

Pengertian dan Karakteristik Kelompok, Tahapan Pembentukkan Kelompok & Kekuatan Team Work


Pengertian dan Karakteristik Kelompok, Tahapan Pembentukkan Kelompok & Kekuatan Team Work
1.  Pengertian dan Karakteristik Kelompok
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan saling bergantung dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama. Berbagai kelompok manusia bisa ditemukan di atas permukaan bumi ini. Mulai dari kelompok orang yang mempunyai hobi yang sama, aktivitas yang sama, sampai kelompok orang yang berasal dari suatu daerah yang sama.
Karakteristik Kelompok:
1. Terdiri dari 2 orang atau lebih
2. Adanya interaksi terus-menerus
3. Adanya pengembangan identitas kelompok
4. Adanya norma-norma kelompk
5. Adanya diferensiasi peran
6. Peran yang saling tergantung
7. Produktifitas bertambah atau meningkat

2. Tahapan Pembentukan Kelompok
1. Forming.
2. Storming.
3. Norming.
4. Performing.
5. Adjourning dan Transforming
3. Kekuatan Team Work

Team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang sama. Secara umum untuk membangun teamwork yang solid dibutuhkan beberapa syarat :
1. Jangan bersikap individualistis.
2. Berikan kontribusi
3. Bersikap fleksibel
4. Komunikasi
5. Komitmen
6. Kepercayaan dan saling menghargai
7. Patuhilah pemimpin

Contoh kasus :
Di setiap perguruan tinggi atau universitas pasti tidak akan lepas dari yang namanya organisasi, dalam suatu organisasi. Ketika it mengadakan sebuah acara sebutlah acaranya SEMINAR. Dalam acara tersebut pasti akan di tentukan struktur kepanitiaannya. Suatu ketika setelah tersusun panitia yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan lainnya. Kemudian setiap bidang masing masing mengadakan rapat untuk kelanjutan acara yang akan di laksankanny.
Solusinya:
Dalam suatu organisasi , pasti akan mengalami masalah . Untuk itu , di butuhkan beberapa solusi yang baik untuk menanganinya . Pemecahan masalah didefinisikan sebagai suatu proses penghilangan perbedaan atau ketidak-sesuaian yang terjadi antara hasil yang diperoleh dan hasil yang diinginkan (Hunsaker, 2005) . Salah satu solusi yang terbaik akan hal tersebut adalah bagaimana seorang pemimpin dalam suatu organisasi yang bersangkutan mengambil keputusan .
Masalah adalah sesuatu yang pasti terjadi dalam kehidupan kita , baik dalam kehidupan sosial , maupun kehidupan yang bersifat profesional dan akan menimbulkan faktor faktor persaingan . Untuk itulah sulit untuk dapat diterima bila seorang yang tidak memiliki kompetensi untuk menyelesaikan masalah, menjadi seorang manajer (Whetten & Cameron, 2002) .
Cara pemecahan masalah itu sendiri tergantung seberapa kreatifkah kita menyikapi masalah , dan bagaimana mengambil cara yang terbaik dalam memecahkan suatu masalah . Sayangnya, pilihan pertama yang mereka ambil seringkali bukanlah solusi terbaik. Secara tipikal, dalam pemecahan masalah, kebanyakan orang menerapkan solusi yang kurang dapat diterima atau kurang memuaskan, dibanding solusi yang optimal atau yang ideal (Whetten & Cameron, 2002). Pemecahan masalah yang tidak optimal ini, bukan tidak mungkin dapat memunculkan masalah baru yang lebih rumit dibandingkan dengan masalah awal
Mungki berikut ini adalah solusi yang bisa di lakukan dalam berorganisasi :
1) Netralisasi sikap
2) Mengubah sikap
3) mengurangi perbedaan yang ada
4) memecahkan masalah bersama-sama

Kesimpulannya
Kelompok atau team merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil dimana untuk berkomunikasi lebih mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apa yang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggota tersebut.
Referensi :

http://ahmadfauzi182.wordpress.com/2009/11/14/solusi-cerdas-mengatasi-masalah-pada-organisasi/

Arti Penting Komunikasi, Jenis dan Proses Komunikasi & Komunikasi Efektif

A. ARTI PENTING KOMUNIKASI

Komunikasi tidak hanya terkait dengan bagaimana cara menggunakan bahasa tapi sangat terkait juga dalam menyampaikan pesan dalam bentuk yang lainnya seperti tatapan mata, gesture tubuh, serta mungkin intonasi.
Komunikasi itu penting, semua orang tahu, karena ini merupakan basic instinct dari setiap makhluk hidup. Setiap makhluk punya cara komunikasi masing-masing, setiap manusia pun tak lepas dari cara dia melakukan komunikasi. Kita tak bisa membeda-bedakan bahasa, suku, adat, kebiasaan, tradisi maupun agama karena pada dasarnya berkomunikasi, menyampaikan pesan itu asal dilakukan dengan baik dan benar, serta dalam keadaan saling terbuka, fikiran jernih tanpa sentimen dan perasaan negatif, pasti maksud yang ingin disampaikan dapat diterima.

B. JENIS DAN PROSES KOMUNIKASI
Jenis-jenis Komunikasi, yaitu :
1.Komunikasi Intra pribadi
2.Komunikasi Antar pribadi
3.Komunikasi Kelompok (Kecil)
4.Komunikasi Publik
5.Komunikasi Organisasi
6.Komunikasi Massa

PROSES KOMUNIKASI
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Penginterpretasian.
2. Penyandian.
3. Pengiriman.
4. Perjalanan.
5. Penerimaan.
6. Penyandian balik.
7. Penginterpretasian.

C. KOMUNIKASI EFEKTIF
Komunikasi dapat dikatakan efektif apa bila komunikasi yang dilakukan dimana :
1. Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
2. Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
3. Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim.

CONTOH KASUS KONFLIK KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI BESERTA SOLUSINYA
Contoh kasus yaitu dalam rapat mingguan sebuah perusahaan pastilah masing-masing individu memiliki argumen dan pendapat yang berbeda-beda. Perbedaan pendapat tersebut terkadang dapat memicu adanya suatu perdebatan yang apabila dibiarkan dapat berujung pada konflik. Dan tentunya hal ini dapat menghambat lahirnya suatu keputusan bersama. Untuk itu pimpinan perusahaan atau pimpinan rapat harus bersikap bijak dalam menyelesaikan konflik tersebut.
Solusi yang dapat dilakukan antara lain yaitu :
a. Memanggil karyawan yang terlibat untuk diberikan arahan. Seorang pemimpin harus berhasil mengeluarkan masalah-masalah yang membuat konflik yang terjadi pada karyawan tersebut, untuk dicarikan solusinya melalui musyawarah bersama.
b. Melakukan evaluasi terhadap berbagai kemajuan atau kemunduran yang diperoleh. Dengan memperlihatkan bahwa dengan konflik telah merugikan TIM secara menyeluruh.
c. Membuat peraturan bersama dengan karyawan agar ketika konflik yang mengacu pada dampak negatif sehingga mengakibatkan hancurnya organisasi tersebut, maka bisa dipertanggung jawabkan oleh pihak yang terlibat karena adanya peraturan yang sudah disepakati bersama.

KESIMPULAN
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama.
Komunikasi dalam organisasi merupakan suatu komunikasi atau proses untuk anggota menghimpun informasi yang berhubungan dengan organisasinya dan merubah apa yang terjadi di dalamnya.
Komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting agar tidak terjadinya salah penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi dan agar tercapainya tujuan tertentu.
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikanpesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proseskomunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusiadan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.

Referensi

Sabtu, 28 Desember 2013

Persiapan Sebelum Mendaki

Mendaki gunung merupakan olahraga dan hobi yang sangat memerlukan kesiapan mental , fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan. Oleh karenanya butuh persiapan yang matang untuk bisa mencapai puncak gunung dan tiba kembali di bawah dengan selamat. Untuk perencanaan pendakian perlu dipersiapkan kemampuan untuk mengenali medan dan kemampuan fisik, perhatikan juga rute yang ditempuh secermat mungkin.
Perhatikan faktor cuaca dan juga mengenal jarak tempuh serta waktu yang di butuhkan untuk pendakian sampai puncak dan kembalinya.
Sedangkan peralatan dasar yang perlu dibawa adalah
- Perlengkapan jalan : sepatu , kaoskaki , celana , ikat pinggang , baju , topi , jas hujan dll
- Perlengkapan tidur : sleeping bag , tenda dome , matras dll
- Perlengkapan masak dan makan: kompor , sendok , makanan , korek dll
- Perlengkapan pribadi : jarum , benang , obat pribadi , sikat , toilet paper dll
Ransel / carrier
- Untuk perlengkapan pembantu selama perjalanan adalah
Kompas , senter , pisau pinggang , golok tebas , P3K, Peta , busur drajat ,pengaris , pensil dll
- Alat komunikasi (Handy talky) , survival kit ,GPS kalo ada dan jam tangan
Semua barang di susun menurut prioritas dan kebutuhannya:
- Kelompokkan barang barang sesuai dengan jenis jenisnya
- Masukkan dalam kantong plastik
- Letakkan barang barang yang ringan dan jarang penggunananya (mis : Perlengkapan tidur) pada tas atau bagian yang paling dalam
- Barang barang yang sering digunakan dan vital letakkan sedekat mungkin dengan tubuh dan mudah diambil
- Tempatkan barang barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin dengan badan / punggung
- Buat Checklist barang barang tersebut.
TEORI MOTIVASI
    Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan.
Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.
Banyak teori motivasi yang dikemukakan oleh para ahli yang dimaksudkan untuk memberikan uraian yang menuju pada apa sebenarnya manusia dan manusia akan dapat menjadi seperti apa. Landy dan Becker membuat pengelompokan pendekatan teori motivasi ini menjadi 5 kategori yaitu teori kebutuhan,teori penguatan,teori keadilan,teori harapan,teori penetapan sasaran.
Sejarah Teori Motivasi
Tahun 1950an merupakan periode perkembangan konsep-konsep motivasi. Teori-teori yang berkembang pada masa ini adalah hierarki teori kebutuhan, teori X dan Y, dan teori dua faktor.  Teori-teori kuno dikenal karena merupakan dasar berkembangnya teori yang ada hingga saat ini yang digunakan oleh manajer pelaksana di organisasi-organisasi di dunia dalam menjelaskan motivasi karyawan.
Teori hierarki kebutuhan
Teori_kebutuhan_maslow.jpg
Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap dirimanusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).
Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan. Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas. Perbedaan antara kedua tingkat tersebut adalah dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal sementara kebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal.
Teori kebutuhan Maslow telah menerima pengakuan luas di antara manajer pelaksana karena teori ini logis secara intuitif. Namun, penelitian tidak memperkuat teori ini dan Maslow tidak memberikan bukti empiris dan beberapa penelitian yang berusaha mengesahkan teori ini tidak menemukan pendukung yang kuat.

Teori motivasi kontemporer
Teori motivasi kontemporer bukan teori yang dikembangkan baru-baru ini, melainkan teori yang menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi karyawan.
Teori motivasi kontemporer mencakup:

Teori kebutuhan McClelland

Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland dan teman-temannya. Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang didefinisikan sebagai berikut:
·         
·         kebutuhan berprestasi: dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.
·         kebutuhan berkuasa: kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
·         kebutuhan berafiliasi: keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab.

Teori evaluasi kognitif

Teori evaluasi kognitif adalah teori yang menyatakan bahwa pemberian penghargaan-penghargaan ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan. Teori evaluasi kognitif telah diteliti secara eksensif dan ada banyak studi yang mendukung.

Teori penentuan tujuan

Teori penentuan tujuan adalah teori yang mengemukakan bahwa niat untuk mencapai tujuan merupakan sumber motivasi kerja yang utama.  Artinya, tujuan memberitahu seorang karyawan apa yang harus dilakukan dan berapa banyak usaha yang harus dikeluarkan. 

Teori penguatan

Teori penguatan adalah teori di mana perilaku merupakan sebuah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya jadi teori tersebut mengabaikan keadaan batin individu dan hanya terpusat pada apa yang terjadi pada seseorang ketika ia melakukan tindakan. 

Teori Keadilan

Teori keadilan adalah teori bahwa individu membandingkan masukan-masukan dan hasil pekerjaan mereka dengan masukan-masukan dan hasil pekerjaan orang lain, dan kemudian merespons untuk menghilangkan ketidakadilan.

Teori harapan

Teori harapan adalah kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dalam cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu harapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti dengan hasil yang ada dan pada daya tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut.
Area motivasi manusia
Empat area utama motivasi manusia adalah makanan, cinta, seks, dan pencapaian. Tujuan-tujuan yang mendasari motivasi ditentukan sendiri oleh individu yang melakukannya, individu dianggap tergerak untuk mencapai tujuan karena motivasi intrinsik (keinginan beraktivitas atau meraih pencapaian tertentu semata-mata demi kesenangan atau kepuasan dari melakukan aktivitas tersebut), atau karena motivasi ekstrinsik, yakni keinginan untuk mengejar suatu tujuan yang diakibatkan oleh imbalan-imbalan eksternal. disamping itu terdapat pula fsktor yang lain yang mendukung diantaranya ialah faktor internal yang datang dari dalam diri orang itu sendiri.

Variabel-Variabel Motivasi
Kerlinger, N. Fred dan Elazar J. Pedhazur (1987) dalam Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa variabel motivasi terdiri dari: (1) Motif atas kebutuhan dari pekerjaan (Motive); (2) Pengharapan atas lingkungan kerja (Expectation); (3) Kebutuhan atas imbalan (Insentive). Hal ini juga sesuai dengan yang di kemukakan Atkinson (William G Scott, 1962: 83), memandang bahwa motivasi adalah merupakan hasil penjumlahan dari fungsi-fungsi motive, harapan dan insentif (Atkinson views motivation strengh in the form of an equattion-motivation = f (motive + expectancy + incentive).

Jadi, mengacu pada pendapat-pendapat para ahli di atas, Cut Zurnali (2004) mengemukakan bahwa motivasi karyawan dipengaruhi oleh motif, harapan dan insentif yang diinginkan. Dalam banyak penelitian di bidang manajemen, administrasi, dan psikologi, variabel-variabel motivasi ini sering digunakan. Berikut akan dijelaskan masing-masing variabel motivasi tersebut.

Motif

Menurut Cut Zurnali (2004), motif adalah faktor-faktor yang menyebabkan individu bertingkah laku atau bersikap tertentu. Jadi dicoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti kebutuhan apa yang dicoba dipuaskan oleh seseorang? Apa yang menyebabkan mereka melakukan sesuatu pekerjaan atau aktivitas. Ini berarti bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang ada di dalam dirinya (inner needs) yang menyebabkan mereka didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya. Kebutuhan tertentu yang mereka rasakan akan menentukan tindakan yang mereka lakukan.
Lebih lanjut Cut Zurnali mengutip pendapat Fremout E. kast dan james E. Rosenzweig (1970) yang mendefinisikan motive sebagai : a motive what prompts a person to act in a certain way or at least develop appropensity for speccific behavior. The urge to action can tauched off by an external stimulus, or it can be internally generated in individual thought processes. Jadi motive adalah suatu dorongan yang datang dari dalam diri seseorang untuk melakukan atau sedikitnya adalah suatu kecenderungan menyumbangkan perbuatan atau tingkah laku tertentu.
William G Scott (1962: 82) menerangkan tentang motive adalah kebutuhan yang belum terpuaskan yang mendorong individu untuk mencapai tujuan tertentu. Secara lengkap motiv menurut Scott motive are unsatiesfied need which prompt an individual toward the accomplishment of aplicable goals. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan, motive adalah dorongan yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan perbuatan guna memenuhi kepuasannya yang belum terpuaskan. Selain itu, Maslow sebagaimana diungkap pada halaman sebelumnya membagi kebutuhan manusia ke dalam beberapa hirarki, yakni kebutuhan-kebutuhan fisik, keselamatan dan keamanan, sosial, penghargaan atau prestise dan kebutuhan aktualisasi diri.

Harapan

Mengacu pada pendapat Victor Vroom, Cut Zurnali (2004)mengemukakan bahwa ekspektasi adalah adanya kekuatan dari kecenderungan untuk bekerja secara benar tergantung pada kekuatan dari pengharapan bahwa kerja akan diikuti dengan pemberian jaminan, fasilitas dan lingkungan atau outcome yang menarik. RL. Kahn dan NC Morce (1951: 264) secara singkat mengemukakan pendapatan mereka tentang expectation, yakni Expectation which is the probability that the act will obtain the goal. Jadi harapan adalah merupakan kemungkinan bahwa dengan perbuatan akan mencapai tujuan. Arthur levingson dalam buku Vilfredo Pareto (1953: 178) menyatakan : The individual is influenced in his action by two major sources of role expectation the formal demands made by the company as spalled out in the job, and the informal expectation forces make behavioral demans on the individual attemps to structure the social situation and the devine his place in it.
Dengan merumuskan beberapa pendapat para ahli, Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa terdapat dua sumber besar yang dapat mempengaruhi kelakuan individu, yaitu : sumber-sumber harapan yang berkenaan dengan peranannya antara lain, tuntutan formal dari pihak pekerjaan yang terperinci dalam tugas yang seharusnya dilakukan. Dan tuntutan informal yang dituntut oleh kelompok-kelompok yang ditemui individu dalam lingkungan kerja. Di samping itu, menurut Wiliam G Scott (1962: 105), addtionally, as could be anticipated, the groups themselves can be axpected to interact, effecting the others expectations. Ternyata kelompok karyawan sendiri dapat juga mempengaruhi harapan-harapan yang akan dicapainya. Dan dengan adanya keyakinan atau pengharapan untuk sukses dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan atau menggerakkan usahanya (Gary Dessler, 1983: 66). Selanjutnya Vroom yang secara khusus memformulasikan teori expectancy mengajukan 3 (tiga) konsep konsep dasar, yaitu : (1) Valence atau kadar keinginan seseorang; (2) Instrumentality atau alat perantara; (3) Expectacy atau keyakinan untuk mewujudkan keinginan itu sendiri (Gary Dessler, 1983: 66).

Insentif

Dalam kaitannya dengan insentif (incentive), Cut Zurnali mengacu pada pendapat Robert Dubin (1988) yang menyatakan bahwa pada dasarnya incentive itu adalah peransang, tepatnya pendapat Dubin adalah incentive are the inducement placed the course of an going activities, keeping activities toward directed one goal rather than another. Arti pendapat itu kurang lebih, insentif adalah perangsang yang menjadikan sebab berlangsungnya kegiatan, memelihara kegiatan agar mengarah langsung kepada satu tujuan yang lebih baik dari yang lain. Morris S. Viteles (1973: 76) merumuskan insentif sebagai keadaan yang membangkitkan kekuatan dinamis individu, atau persiapan-persiapan dari pada keadaan yang mengantarkan dengan harapan dapat mempengaruhi atau merubah sikap atau tingkah laku orang-orang. Secara lebih lengkap Viteles menyatakan : incentive are situasions which function in arousing dynamis forces in the individual, or managements of conditions introduced with the expectation of influencing or altering the behavior of people.
Menurut Cut Zurnali, pendapat yang mengemukakan bahwa insentif adalah suatu perangsang atau daya tarik yang sengaja diberikan kepada karyawan dengan tujuan agar karyawan ikut membangun, memelihara dan mempertebal serta mengarahkan sikap atau tingkah laku mereka kepada satu tujuan yang akan dicapai perusahaan. Joseph Tiffin (1985: 267) mengatakan bahwa pemnberian insentif sangat diperlukan terutama apabila karyawan tidak banyak mengetahui tentang hal apa yang akan dilakukannya. Berikut secara lengkap diuraikan pendapat Tiffin: ordinary speaking, people will not learn very much about anything unless they are motivated to do so, that is, unless they are supplied with an adequate incentive. Maknanya bahwa seseorang tidak banyak mengetahui tentang sesuatu hal, apabila mereka tidak didorong untuk melakukan pekerjaan yang demikian itu, yaitu apabila mereka tidak dibekali dengan insentif secara cukup.

Dibawah ini adalah cara sederhana memotivasi bawahan
Cara Sederhana Memotivasi Bawahan
Tidak sepenuhnya penghargaan dalam bentuk financial menjadi alat motivasi utama. Hal ini dikarenakan rencana perusahaan bisa saja tidak lengkap dalam hal kompensasi financial baik dalam bentuk gaji, tunjangan, bonus, komisi dan sebagainya. Dengan demikian diperlukan tindakan-tindakan sederhana untuk memotivasi tanpa harus bergantung kepada kompensasi financial. Berikut ini diuraikan beberapa langkah sederhana untuk memotivasi karyawan :
Pertama dengan  pendekatan tujuan, lalu pengakuan terhadap kontribusi seorang karyawan adalah perangkat motivasi yang sederhana dan berpengaruh besar. Setelah itu terhadap sejumlah besar penghargaan yang memperkuat secara positif yang dapat digunakan sehari-hari, bebas dari rencana insentif perusahaan.
Sumber :



Kamis, 21 November 2013

PASUKAN NYING-NYING

Sekumpulan pencinta alam yang mayoritas mahasiswa. Berbasis di Kota Bekasi yang dibentuk pada tanggal 12 Maret 2013 setelah melakukan pendakian pertama di Gn. Lawu yang terletak diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Gn. Lawu
Trip pertama di ke Gn. Lawu dimulai pada akhir februari tepatnya berangkat tanggal 25 Februari 2013, berangkatnya sih naik kereta pukul 10 malem dari stasiun Ps. Senen. Sampe distasiun solo jebres tanggal 26 Februari jam 10 pagi, 12 jam loh!. Lalu untuk mengisi tenaga kita sarapan pake gado-gado yg dijual di depan stasiun, ya lumayan lah untuk bangkitin stamina setelah duduk lama dikereta.
Sesudah itu langsung berangkat menuju basecamp Cemoro Sewu, perjalanannya 3 jam, lumayan kita pake buat tidur di mobil supaya pas sampe sedikit fresh.
Sampai dii basecamp kita packing ulang barang-barang bawaan agar tidak ada yang ketinggalan, setelah itu isi perut lagi deh biar tenaga buat nanjak bisa pol. Dan..... Pendakian dimulai. to be continue..........